"Dia hanya orang asing, ketika kami berdua bertemu."
Semuanya terjadi begitu saja, tanpa rencana dan apa adanya. Ada
banyak hal yang tidak bisa dikendalikan manusia. Salah satunya, perasaan.
Kita bahkan tidak pernah bisa memilih untuk jatuh cinta kepada siapa, bukan?
Sebagaimana aku kepadamu.
Kamu tau hal apa yang paling aku takuti? Jatuh cinta. Aku lelah harus
merasakan jatuh cinta berulang kali, membangunnya, dan ditinggalkan
pada akhirnya. Menyakitkan meski itu mendewasakan.
Aku takut, aku takut jatuh cinta. Terutama kepada kamu. Aku takut
menyalahartikan setiap kata dan sikap yang kau tujukan padaku. Aku takut
berharap. Karena semakin aku berharap, semakin dalam sakit yang aku dapat.
Aku hanya mencoba menikmatinya sendirian, mengagumimu dalam diam. Aku
sadar kita terlalu "berbeda" dan buatku kamu terlalu sempurna. Kamu tahu
bagaimana sesaknya? Karena aku harus menganggapnya biasa.
Tapi, tanpa diduga kamu datang mengulurkan tangan. Sulit dipercaya
memang. Kamu datang dengan mimpi, angan dan cinta. Entah kekuatan apa, atas
dasar apa, aku membalas uluran tanganmu, melangkahi batas-batas
ketakutanku, buat kamu. Aku hanya berusaha mempercayai cinta yang kamu
bawa, dan meyakini apa yang aku rasa. Kamu membuat aku merasa menjadi
wanita yang pantas untuk dicintai. Meski berat menepis ragu yang membelenggu,
sampai hari ini. Rasanya sangat sulit menciptakan dunia kita. Seperti yang
pernah kamu katakan "sekarang bukan cuma tentang kamu saja, atau aku
saja, tapi tentang kita." Kamu tahu bagaimana sulitnya memaknai kata
"kita"? Karena kadang, kita terlihat samar-samar. Entah tertutup jarak,
entah tertutup ego. Terlalu banyak ketakutan yang aku rasakan. Aku takut,
tidak bisa menjadi kekuatan buat kamu. Aku takut, malah aku yang justru
menyakitimu, mengecewakanmu, oleh keegoisanku, cara pandangku,
keterbatasanku dalam memahami dan mengerti kamu. Bagaimana aku
menjelaskannya? Apalagi yang harus aku tulis? Aku begini adanya, apa
kamu bisa terima? Aku tidak bisa banyak bicara, aku tidak seperti yang lain,
tapi aku ingin kamu bisa merasakannya. Aku ingin kamu percaya, meski tidak
sering aku mengatakannya, mengungkapkannya. Aku sayang kamu. Dan akupun
akan selalu berusaha untuk mempercayaimu, setidaknya mempercayai kalimat
yang kamu katakan, "Semuanya Alloh yang ngatur. Selalu percaya kalau kita
niatnya baik, pasti akan baik juga untuk selanjutnya".
Akhir di bulan Januari
30 Januari 2013
Di batas Rindu, dan keteguhan hati
Agie Nurwati