Selasa, 25 Desember 2012

Saat Rasa Itu Ada, Terasa

"Mengapa hanya sepenggal dapat kunikmati kebersamaan dengannya?"

Tiba-tiba berandaku penuh oleh mawar putih dan hamparan sajak ala Kahlil Gibran. Begitu manis dan puitis. Disana, tertumpah rasa. Rasa yang sulit untuk dijabarkan secara lisan, dan terlalu kekanak-kanakkan, karena hanya bisa disampaikan lewat tulisan.
Betapa waktu cepat berlalu. Rasanya baru kemarin kunikmati hujan dengan hati yang berdebar. Rasanya baru kemarin kulihat senja tanpa rasa kesepian.
Hanya saja, itu sudah menjadi kisah kemarin. Kisah dimana ada cinta malu-malu, ada rindu diam-diam, dan ada rasa ketakutan. Aku sadar, ada kalanya kita hanya bisa menikmati alur ceritanya tanpa bisa berkomentar.
Sekarang.....  Aku hanya bisa melihat punggungmu semakin menjauh.