Kamis, 03 Maret 2016

Takut

Takut

t-a-k-u-t
te
    a
       ka
          u
            te
te a ta 
ka u ku
t
ta-ku-t
ta-kut
takut
take out
Ada Allah bersamamu 

Rasa

Rasa

Untuk sebuah rasa yang tak tersampaikan
Untuk semua pernyataan yang serba ambigu
Dan waktu yang terus berjalan
Menunggu dan bertahan
Atau....
Berpendar dan kemudian tergantikan
Diantara batas sepi dan lelah
Rasa berdiri risau
Mondar-mandir dalam kebisuan
Bersembunyi diantara kebisingan
Rasa sendiri,
Menghitung waktu menanti jawaban
Rasa berharap jawabannya adalah rasa


Serang, 30 Oktober 2012
Gie 

Seandainya, Sekali Lagi

Seandainya, Sekali Lagi 


Hening yang berkerak 
Dalam diam yang masih bersajak
Mendamba bayangan
Menjebakku dalam kenangan
Senjaku memudar
Tertatih-tatih kuwarnai jingganya agar tetap berpijar
Hanya saja senja memilih berganti
Menyisakan jingga yang pucat pasi
Dan semua takkan sama lagi
Seperti yang kusadari
Seandainya masih bisa terulang
Sekali lagi
Seandainya....
Sekali lagi


27 Agustus  2014
Gie

Rabu, 02 Maret 2016

Warna Pendidikan Kita

Warna Pendidikan Kita
Karya: Agie Nurwati


Ada harapan yang terhampar
Namun harus hilang
Ada mimpi yang tergantung tinggi
Namun harus mati
Ketika harapan hanya milik orang-orang pinggiran
Ketika mimpi bisa diperjualbelikan
"Pendidikan adalah hak setiap warga negara" katanya
Tapi nyatanya, tidak!
Masih banyak anak-anak menghitung receh di lampu merah
Masih banyak siswa-siswa keluar karena tak bisa bayar uang sekolah
Masih banyak mahasiswa DO meninggalkan bangku kuliah
Pendidikan menjadi barang mewah di negeri kita
Yang hanya bisa dinikmati kalangan tertentu saja
Miris....
Ketika pendidikan hanya menjadi ajang mencari ijazah 
Bukan lagi mencari ilmu untuk memperbaiki tatanan hidup bangsa kita
Kita adalah mimpi-mimpi yang berlari dalam abstraksi
Yang dijejali dogma-dogma kurikulum modernisasi
Tanpa melihat kesetaraan, yang ada hanya kesenjangan
Bukan lagi sebagai alat untuk mencerdaskan bangsa
Tapi untuk mencari keuntungan semata
Bukankah setiap anak adalah penerus bangsa ini?
Lantas....
Bagaimana dengan harapan dan mimpi mereka
Jika pendidikan hanya menjadi bingkai yang sulit dijamah
Akankah kalimat "Nama Saya Budi"
Kembali mudah untuk dieja?
Berdengung dari pelosok negeri, tanpa terkecuali



***Cipta karya puisi TCA Purwakarta dengan tema "Kapitalisme Pendidikan"***