Tiba-tiba berandaku penuh oleh mawar putih dan hamparan sajak ala
Kahlil Gibran. Begitu manis dan puitis. Disana, tertumpah rasa. Rasa
yang sulit untuk dijabarkan secara lisan, dan terlalu kekanak-kanakkan,
karena hanya bisa disampaikan lewat tulisan.
Betapa waktu cepat berlalu. Rasanya baru kemarin kunikmati hujan
dengan hati yang berdebar. Rasanya baru kemarin kulihat senja tanpa rasa
kesepian.
Hanya saja, itu sudah menjadi kisah kemarin. Kisah dimana ada cinta
malu-malu, ada rindu diam-diam, dan ada rasa ketakutan. Aku sadar, ada
kalanya kita hanya bisa menikmati alur ceritanya tanpa bisa berkomentar.
Sekarang..... Aku hanya bisa melihat punggungmu semakin menjauh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar