"Sampai kapan? | Sampai aku tak mampu lagi."
Aneh.. Ketika senja masih bisa memancarkan warnanya di antara rintik
gerimis yang jatuh satu per satu. Meski tak ada pelangi di langitku, tapi
senja dan gerimis menjadi satu paket keindahan yang tidak bisa tergantikan.
Sore itu saat aku merasa kesepian, bahkan dalam sepiku aku mampu.
Aku ingin kamu juga merasakan bagaimana indahnya menikmati senja dan
gerimis dalam satu waktu. Saat orang-orang justru sedang menikmati
pelangi di langitnya. Aku ingin kamu menikmati senja dan gerimis seperti
yang ada di langitku, karena di langitku tak terlihat pelangi, yang
seharusnya bergurat indah ketika hujan berhenti.
Ternyata, meski kita berada pada langit yang sama belum tentu kita
menikmati hal yang serupa. Langit di tempatmu, mungkin tak akan sama dengan
langit yang kulihat di tempatku.
Lantas.. Sore itu apa yang kamu nikmati di langitmu? Di langit yang kamu lihat. Langit di tempatmu.
Atau bahkan kamu tak melihat dan menikmati apapun?
Kamu adalah yang pertama. Rindu yang menggetarkanku hingga sesak. Sakit yang membuatku terisak.
Kamu adalah yang pertama. Abstrak yang begitu ingin kukongkritkan. Samar yang ingin aku perjelas.
Kamu adalah yang pertama. Menggenggam tanganku dengan begitu hangat. Membawaku dalam ikatan penuh impian.
Seseorang yang membuatku jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama. Kamu.
Meski kadang merasa.... Mencintai kamu mengapa harus selelah ini.
Dan entah mengapa selelah apapun menghadapi kamu dan hubungan ini, aku
selalu punya alasan untuk bertahan.
Selalu berusaha mengenal kamu lebih dari siapapun. Meski harus
mendengar pandangan orang-orang tentang kamu. Dan harus lebih menguatkan
hati, untuk mempercayai kamu. Yaaa.. Aku selalu berusaha 'percaya'
padamu. Meski kadang lemah, karena kamu sendiri yang membuat goyah.
Meski kadang merasa.... Mengapa mencintaimu harus sesakit ini.
Sebuah rasa sakit yang kadang muncul, karena pengabaianmu. Entah, aku yang
terlalu berlebihan atau memang kamu yang tak peka terhadap perasaan
seseorang. Namun lagi-lagi aku selalu punya alasan untuk bertahan. Aku
selalu berusaha mencoba mengerti. Berusaha berfikir jika berada di
posisi kamu.
Kamu. Apa kamupun seberusaha itu untuk mengenalku? Mengenal duniaku?
Kamu adalah yang pertama. Seseorang yang membuatku merasa bahwa aku juga
pantas bahagia. Pantas dicintai, oleh kamu. Meski mungkin kaupun sama
lelahnya seperti aku untuk pandangan orang-orang tentangku.
Maaf, karena aku tidak bisa jadi yang sempurna untukmu.
Aku tidak bisa menjanjikan apapun. Tapi saat kamu bertanya "sampai kapan aku
akan mencintaimu" aku hanya bisa menjawab "sampai aku tak mampu lagi mencintaimu".
-Unk kamu, yang kadang seperti kapas dan seperti beling. Tetap disini,
disisiku. Sampai kita berdua benar-benar tak mampu lagi. :) -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar