"Aku. Pijar yg kini meredup, warna yg kian memudar."
Puzzle itu mungkin tak akan pernah lengkap, tak akan pernah tersusun sempurna. Lalu apakah kini menjadi percuma yang bersisa?
Mungkin tidak.
Karena biarkan aku yang simpan meski itu tak terselesaikan. Biarkan menjadi bagian-bagian yang akan aku sembunyikan sendirian.
Semuanya hanya tentang waktu bukan ? Yang selalu kita sebut dalam setiap
perbincangan. Bahkan mungkin, ketika suatu saat, cepat atau lambat aku
harus melihat kamu berjalan dengan seseorang pengganti yang kamu temukan. Dan
aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan. Karena aku tak akan semudah
itu.
Karena aku mungkin akan "takut" untuk menerima sosok lain.
Ketika lelah telah membatu, dan keajaiban hanya menjadi khayalan kita berdua, barangkali ini jawabannya.
Aku kembali menjadi beku yang berjalan untuk diriku sendiri. Berlari dengan
arah gontai dengan memasangkan senyum dan gelak tawa yang tersusun rapi.
Tuhan, apa selama ini aku terlalu memaksa ingin menciptakan
keajaiban? Karena sebenarnya tak akan ada keajaiban dan seharusnya aku
tak masuk lebih dalam dan mundur lebih awal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar